Wajib Tahu 5 Hal yang Membuat Pelanggan ‘Malas’ Membeli Produk Anda!

Urusan bisnis memang merupakan hal kompleks yang melibatkan banyak aspek. Sebagai pebisnis, Anda harus cermat mengatur berbagai elemen penting dalam bisnis Anda. Kalau soal mengurus pembukuan, Anda pasti mempercayakannya pada Accurate Online. Karena software pembukuan

berbahasa Indonesia tersebut memiliki fitur yang lengkap dengan harga terjaungkau bagi UKM dan sistem server berbasis cloud. Laporan Keuangan pun dapat dibuat secara praktis dan transparan melalui Accurate Online.

Kini, Accurate Online juga bisa diintegrasikan dengan hal lain seperti internet bankingdan marketplace. Sehingga proses rekonsiliasi bank bisa mudah dilakukan dan Keuangan Bisnis lainnya menjadi lebih praktis bila diselesaikan melalui Accurate Online.

Namun, ada hal penting lainnya yang patut menjadi perhatian Anda. Jangan lupa menarik perhatian pelanggan untuk membeli produk Anda adalah sebuah keharusan. Anda pun harus tahu bahwa ternyata lima hal ini bisa membuat pelanggan tidak membeli produk Anda:

Harganya Terlalu Mahal

Mendapatkan keuntungan dari bisnis memang wajar. Namun, bukan berarti Anda boleh menetapkan harga produk terlalu mahal. Karena harga produk yang terlalu mahal malah membuat pelanggan enggan membeli. Untuk mendapatkan harga penjualan, Anda wajib menghitung harga pokok penjualan. Sehingga Anda bisa menetapkan harga sesuai perhitungan yang sesuai.

Pelanggan selalu punya alternatif untuk memilih produk kompetitor yang harganya lebih terjangkau. Jangan sampai omset penjualan produk Anda terus menurun karena harganya terlalu mahal. Sehingga bisnis Anda pun akan kesulitan mengungguli persaingan pasar.

Produk Sulit Dicari

Anda wajib memastikan bahwa produk Anda mudah dicari dan didapatkan oleh calon pelanggan. Distribusi produk harus dilakukan secara merata di berbagai tempat yang potensial. Kalau Anda memanfaatkan sistem bisnis online, pastikan bahwa calon pelanggan mudah menghubungi Anda. Sehingga proses pemesanan produk bisa dilakukan secara cepat dan praktis. Produk yang sulit dicari akan mempengaruhi keinginan pelanggan Anda untuk membelinya.

Strategi Promosi Kurang Berhasil

Bila produk Anda terbilang baru, berarti Anda memang harus melakukan upaya lebih besar untuk memperkenalkannya. Terutama jika produk tersebut sudah memiliki banyak kompetitor sejenis. Selain sistem promosi konvensional, Anda juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai media promosi modern.

Penggunaan media sosial tentu tidak sulit. Karena Anda hanya perlu menciptakan konten menarik dan membangun engagement dengan para pengguna media sosial. Sehingga produk Anda akan cepat populer dan semakin dikenal khalayak ramai.

Produk Dianggap Kurang Bermanfaat

Tidak semua produk memiliki manfaat besar bagi para pemiliknya. Bahkan, produk beda merek dengan jenis yang sama pasti memiliki manfaat yang berbeda. Itulah sebabnya produk bisnis Anda harus benar-benar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Manfaat produk wajib berorientasi pada Kebutuhan Pelanggan. Bukan sekadar memenuhi keinginan Anda atau tren pasar saja.

Ada Produk Lain yang Lebih Bermanfaat

Bukan rahasia lagi kalau pelanggan pasti menginginkan produk yang bermanfaat dengan harga terjangkau. Itulah yang membuat inovasi bisnis harus selalu menjadi perhatian Anda. Jangan malas berinovasi untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat, harganya terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Setiap nilai tambah yang ada pada produk Anda akan membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakannya. Inovasi yang dilakukan secara berkesinambungan sangat ampuh meningkatkan Omset Panjualan.

Walaupun tidak semua inovasi selalu disukai, tetapi setidaknya Anda selalu berusaha untuk menyuguhkan produk terbaik. Inovasi yang Anda lakukan juga bisa menjadi acuan sebelum menentukan keunggulan produk yang akan dipertahankan dalam jangka panjang.

Agar produk Anda mau dibeli oleh masyarakat, tentunya Anda harus bisa memberikan produk yang bermanfaat. Produk yang Anda buat harus menjadi solusi bagi masyarakat dan bagi segmentasi pasar Anda. Jangan hanya sekedar buat produk asal-asalan atau produk yang hanya sekedar mengikuti tren.